Judul : Untukmu Yang Tidak Menawarkan Kemewahan, Tapi Mengajakku Berjuang Demi Masa Depan
link : Untukmu Yang Tidak Menawarkan Kemewahan, Tapi Mengajakku Berjuang Demi Masa Depan
Untukmu Yang Tidak Menawarkan Kemewahan, Tapi Mengajakku Berjuang Demi Masa Depan
Sejak awal kasih tidak pernah menawarkan banyak hal. Tidak ada janji seperti “Nanti aku belikan X atau Y buat kamu, deh,” atau sikap mengumbar. Tak ada kalimat seperti “Di sekolah, aku termasuk siswa yang sering dipuji. Kalau kasih mau sama aku, kasih nggak akan menyesal deh, pasti.”
Tapi justru kesederhanaan itu yang menarik darimu. Kasih tak memperlakukanku seperti seseorang yang manja. Alih-alih, kasih mengajakku untuk berjuang bersama.
Sekarang kita memang belum bisa punya apa-apa. Makan hemat biaya, dengan biaya hidup secukupnya.
Kita sama-sama tak berasal dari keluarga yang punya segalanya. Sejak kecil, kita dididik supaya punya bekal untuk “memapankan” nasib sendiri. Tak melulu mengandalkan orangtua ketika umur kita sudah dewasa. Karena itulah, kita tumbuh jadi dua individu yang tidak manja.
Di umur yang sekarang, kita belum punya banyak materi. Makan hemat biaya, tempat tinggal yang belum pasti. Prinsip saat ini, uang lebih baik dikumpulkan untuk mematri masa depan nanti. Biarpun muda, kita tidak punya cukup uang untuk berfoya-foya.
Di kamus kita, makan malam romantis adalah duduk berdua di pinggir jalan, di lesehan menikmati malam. Apel rutin adalah kasih dan aku mengobrol di ruang tamu rumah sampai sudah saatnya saya pulang. Berkendara di sepeda motor terbuka untuk memandang bintang? Ah, itu cuma ada di film atau televisi. Kita sudah cukup senang dengan kesederhanaan yang saat ini.
Tapi, kesederhanaan ini justru bisa kita kenang nanti. Saat umur lebih tua, dan ada anak-anak yang bermain di sela kaki-kaki kita.
Ke mana-mana naik motor berdua, karena tak ada alternatif lain yang kita punya. Mengobrol di warung mie instan sampai jam malamku datang. Bertukar hadiah yang hanya mampu kita beli setelah menabung beberapa bulan. Ah, saat usia kita nanti sudah lebih matang, ini akan jadi semanis-manisnya kenangan. Saat sudah ada anak-anak kecil yang berlarian di rumah (rumah!) kita, memegang kaki-kaki kita dan tertawa, kasid dan aku tahu kita sudah sampai pada tahap bahagia.
Tapi sekarang, kita masih harus sama-sama berjuang.
Kasih pernah memarahiku karena boros membeli hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Aku pun sering mengingatkan agar kita sama-sama tak meremehkan pekerjaan bagaimanapun, itu adalah tiket menuju kemapanan.
Tak pernah sebelumnya aku sehati-hati ini dalam pengeluaran. Mungkin karena aku akhirnya menemukan alasan untuk serius tentang masa depan. Bahkan, ide untuk tak bertukar hadiah anniversary demi modal untuk pernikahan jadi masuk akal. Untuk hal-hal seperti pulsa pun, kita tak alpa mengencangkan ikat pinggang.
“Buat internetan, kita pakai IM 3 aja ya. Rp 49.000 aja udah dapet kuota 6 GB, cukup buat komunikasi, ngerjain tugas, sampai streaming di YouTube. Lumayan lho, aku bulan lalu udah nyoba. Masa berlakunya juga panjang, sampai satu tahun jadi nggak harus sering-sering isi pulsa ;p”
Sekarang kita sama-sama berjuang. Agar kebaikan di masa depan lebih lekas datang.
Akan ada saatnya nanti, kita tak perlu pulang ke rumah masing-masing lagi. Akan ada saatnya, kita mampu membiayai hidup makhluk kecil yang memanggil kita dengan sebutan menghangatkan hati.
Tentu saja ini semua masih berupa masa depan. Tentu saja, ini tak bisa kita dapatkan di masa sekarang. Tapi ada cara supaya kebaikan ini lebih lekas datang: tak henti-hentinya memperjuangkan masa depan.
Jangan lepaskan. Kita akan terus saling menyemangati, bukan?
Demikianlah Artikel Untukmu Yang Tidak Menawarkan Kemewahan, Tapi Mengajakku Berjuang Demi Masa Depan
Sekianlah artikel Untukmu Yang Tidak Menawarkan Kemewahan, Tapi Mengajakku Berjuang Demi Masa Depan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Untukmu Yang Tidak Menawarkan Kemewahan, Tapi Mengajakku Berjuang Demi Masa Depan dengan alamat link https://androidgusmuk.blogspot.com/2016/09/untukmu-yang-tidak-menawarkan-kemewahan.html



