Jumat, 28 Oktober 2016

Lelaki Itu MENDEKATI, MENIKAHI, Lalu MENAFKAHI. Bukan MEMACARI, MENIKMATI, Lalu PERGI,,,Yang Setuju Silahkan Share...!!!

Lelaki Itu MENDEKATI, MENIKAHI, Lalu MENAFKAHI. Bukan MEMACARI, MENIKMATI, Lalu PERGI,,,Yang Setuju Silahkan Share...!!! - Hallo sahabat DROIDPLUSS, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Lelaki Itu MENDEKATI, MENIKAHI, Lalu MENAFKAHI. Bukan MEMACARI, MENIKMATI, Lalu PERGI,,,Yang Setuju Silahkan Share...!!! , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kata Kata Mutiara, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Lelaki Itu MENDEKATI, MENIKAHI, Lalu MENAFKAHI. Bukan MEMACARI, MENIKMATI, Lalu PERGI,,,Yang Setuju Silahkan Share...!!!
link : Lelaki Itu MENDEKATI, MENIKAHI, Lalu MENAFKAHI. Bukan MEMACARI, MENIKMATI, Lalu PERGI,,,Yang Setuju Silahkan Share...!!!

Baca juga


Lelaki Itu MENDEKATI, MENIKAHI, Lalu MENAFKAHI. Bukan MEMACARI, MENIKMATI, Lalu PERGI,,,Yang Setuju Silahkan Share...!!!


Lelaki baik untuk wanita itu yaitu dia yang ingin mendekati lantaran ingin menikahi serta siap memberinya nafkah. Bukan lelaki yang cuma mencari wanita untuk di nikmati kemudian pergi begitu saja sesudah puas bermain-main.

Bila diliat secara fisik semuanya laki-laki tentu sama, tetapi yang benar-benar berjiwa lelaki tentu dapat dibedakan dengan laki-laki yang cuma fisiknya saja yang laki-laki tetapi jiwanya banci (walau sebenarnya hal ini cukup susah dibedakan).

Lelaki Yang Sebenarnya Itu Mendekati Wanita Untuk Dinikahi, Bukanlah Mendekati Karena Mencari Yang Nyaman Buat Main-main

Lelaki yang sebenarnya itu mendekati wanita
tentu karena ingin mengajaknya seriusan. Bukannya mendekati wanita karena ingin main-main untuk mendapatkan kesenangan sendiri tanpa ada memperdulikan perasaan seoraan wanitany. 

Lelaki Yang Sesungguhnya Mendekati Wanita Karena Telah Siap Untuk Memberi Nafkah Bukanlah Yang Datang Cuma Untuk Morotin

Karena telah siap ingin bertanggung jawab barulah lelaki yang sebenarnya melakuakn pendekatan. Bukannya datang karena ingin numpang hidup pada wanita yang didekatinya dengan kedok cinta. Sesudah temukan yang lebih enak lalu ingin meninggalkan begitu saja.

Lelaki baik untuk wanita itu yaitu dia yang ingin mendekati lantaran ingin menikahi serta siap memberinya nafkah. Bukan lelaki yang cuma mencari wanita untuk di nikmati kemudian pergi begitu saja sesudah puas bermain-main.

Bila diliat secara fisik semuanya laki-laki tentu sama, tetapi yang benar-benar berjiwa lelaki tentu dapat dibedakan dengan laki-laki yang cuma fisiknya saja yang laki-laki tetapi jiwanya banci (walau sebenarnya hal ini cukup susah dibedakan).
Lelaki Yang Sebenarnya Itu Mendekati Wanita Untuk Dinikahi, Bukanlah Mendekati Karena Mencari Yang Nyaman Buat Main-main

Lelaki yang sebenarnya itu mendekati wanita tentu karena ingin mengajaknya seriusan. Bukannya mendekati wanita karena ingin main-main untuk mendapatkan kesenangan sendiri tanpa ada memperdulikan perasaan seoraan wanitany.

Lelaki Yang Sesungguhnya Mendekati Wanita Karena Telah Siap Untuk Memberi Nafkah Bukanlah Yang Datang Cuma Untuk Morotin

Karena telah siap ingin bertanggung jawab barulah lelaki yang sebenarnya melakuakn pendekatan. Bukannya datang karena ingin numpang hidup pada wanita yang didekatinya dengan kedok cinta. Sesudah temukan yang lebih enak lalu ingin meninggalkan begitu saja.



Demikianlah Artikel Lelaki Itu MENDEKATI, MENIKAHI, Lalu MENAFKAHI. Bukan MEMACARI, MENIKMATI, Lalu PERGI,,,Yang Setuju Silahkan Share...!!!

Sekianlah artikel Lelaki Itu MENDEKATI, MENIKAHI, Lalu MENAFKAHI. Bukan MEMACARI, MENIKMATI, Lalu PERGI,,,Yang Setuju Silahkan Share...!!! kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Lelaki Itu MENDEKATI, MENIKAHI, Lalu MENAFKAHI. Bukan MEMACARI, MENIKMATI, Lalu PERGI,,,Yang Setuju Silahkan Share...!!! dengan alamat link https://androidgusmuk.blogspot.com/2016/10/lelaki-itu-mendekati-menikahi-lalu.html